Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»75 SMA dan SMK di NTT Terancam Ditutup
Pendidikan NTT

75 SMA dan SMK di NTT Terancam Ditutup

By Redaksi6 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Benyamin Lola Saat diwawancarai awak media beberapa Waktu Lalu (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – 75 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam ditutup.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Benyamin Lola kepada wartawan di Kantor DPRD NTT, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penutupan itu karena tidak sesuai dengan standar pendidikan.

“Berdasarkan hasil evaluasi, ada 75 SMA/SMK yang tak memenuhi standar pendidikan,” kata Kadis Benyamin.

Ia mengatakan, standar pendidikan yang tak terpenuhi, salah satunya yakni jumlah siswa yang tidak mencapai 60 orang, dengan asumsi per kelas sebanyak 20 orang siswa.

“Ada sekolah yang di bawah angka ini, sehingga mereka harus di merger,” ujarnya.

Dalam mendirikan sekolah, kata dia, harus dipenuhi delapan standar pendidikan, seperti jumlah siswa, ketersediaan tenaga pengajar, dan sarana prasarana.

“Ada dalam izin operasional, harus ada kewajiban yang dipenuhi yakni 8 standar pendidikan,” tandasnya.

Jika delapan standar pendidikan ini lanjut dia, tidak dipenuhi dan memberikan kontribusi negatif bagi pendidikan NTT, maka sekolah tersebut harus di merger dengan sekolah terdekat.

“Siswa di sekolah itu diberikan ke sekolah terdekat. Siswa-siswanya dikasih pada sekolah terdeka untuk dilanjutkan belajarnya,” katanya.

Benyamin menambahkan, selama ini pemerintah telah memberikan perhatian kepada seluruh sekolah di NTT, baik negeri maupun swasta. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan intensif bagi guru-guru sekolah swasta yang akan dibayar pada Juli 2019.

“Masih dalam proses verifikasi faktual, karena masih ada perbedaan data jumlah guru. Tahun ini, guru-guru swasta, ada insentif yang kita sediakan,” ujarnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Dinas Pendidikan NTT Kota Kupang
Previous ArticleDemi Dapatkan Air Bersih Warga Rana Masak Matim Nebeng di Desa Tetangga
Next Article Penerimaan Siswa Baru di NTT Terapkan Sistem Zonasi

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.